Kesehatan 06 Desember 2018

Mengapa Tak Boleh Menggaruk Saat Digigit Nyamuk Bandel?

Nyamuk merupakan ancaman bagi jutaan manusia dan hewan di seluruh dunia. Pasalnya, nyamuk menyebarkan patogen dan parasit penting, termasuk malaria, demam berdarah, filariasis, dan virus Zika.

Setiap orang yang digigit nyamuk akan merasakan gatal di permukaan kulitnya. Rasa gatal itu disebabkan oleh pelepasan histamin di tubuh sebagai respons terhadap air liur nyamuk yang disuntikkan saat mereka minum darah kita.

Air liur nyamuk berisi kumpulan bahan kimia yang mencakup antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah, vasodilator untuk menjaga pembuluh darah tetap lebar, dan anestesi untuk mencegah kita merasakan gigitan nyamuk.

Biasanya, reaksi spontan kita ketika gatal adalah menggaruk, dengan harapan rasa gatal itu akan mereda dan menghilang. Padahal menggaruk membuat gigitan nyamuk menjadi lebih buruk, begitu hasil temuan para ilmuwan.  

Ketika kita menggaruk di tempat gigitan nyamuk, infeksi virus lebih mungkin menyebar ke seluruh tubuh dan berpotensi membuat kondisi tubuh yang sudah terinfeksi sebelumnya, bertambah parah. Tampaknya,  infeksi berbahaya seperti Zika yang menyebabkan otak bayi tidak berkembang dengan baik di rahim, dan demam berdarah diperparah oleh adanya peradangan tambahan akibat garukan.

Hal ini kemungkinan disebabkan air liur nyamuk juga mengandung komponen yang meningkatkan replikasi virus, diseminasi, dan patogenesis dengan menginduksi respons iflamasi yang secara tidak sengaja meningkatkan infeksi dengan menyediakan targel sel baru untuk infeksi.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Leeds, menemukan bahwa peradangan di area nyamuk menggigit, tidak hanya memercepat terjadinya infeksi tapi juga memerluas penyebarannya di dalam tubuh. Walhasil, penyakit atau infeksi menjadi semakin parah.  

Peneliti senior dalam studi tersebut,  Dr. Clive McKimmie dari School of Medicine mengatakan, gigitan nyamuk tidak hanya mengganggu, mereka adalah kunci bagaimana virus ini menyebar ke seluruh tubuh dan memerburuk penyakit.

Pada penelitian tersebut, para peneliti menggunakan tikus untuk mempelajari gigitan nyamuk demam Kuning, spesies yang menyebarkan infeksi seperti Zika, demam berdarah dan Chikungunya. Peneliti menyuntikkan virus ke kulit tikus yang telah dan belum terkena gigitan nyamuk dan membandingkan reaksinya.

Ketika nyamuk menggigit, saat itu juga mereka menyuntikkan air liur ke kulit. Air liur memicu respons kekebalan tubuh di mana sel darah putih neutrofil dan myeloid, segera ke lokasi untuk mengatasi ‘serangan’ dari luar itu. Tapi alih-alih membantu, beberapa sel malah ikut terinfeksi dan secara tidak sengaja meniru virus tersebut.

Pada tikus yang tidak memiliki radang karena gigitan nyamuk, virus gagal bereplikasi. Sementara pada tikus dengan gigitan, terjadi hal yang sebaliknya.  Tingkat virus terlihat semakin tinggi di kulit yang terkena radang karena gigitan nyamuk.

"Ini adalah kejutan besar yang tidak kami duga," kata Dr McKimmie, yang timnya bekerja sama dengan rekan-rekannya di University of Glasgow.

Virus ini tidak diketahui karena menginfeksi sel kekebalan tubuh. "Dan tentu saja, ketika kita menghentikan sel kekebalan yang sudah terinfeksi ini masuk, gigitan itu tidak memperparah infeksi lagi”, kata Dr. McKimmie.

Menurut Dr. McKimmie, penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan terapi atau vaksin untuk mengobati peradangan gigitan sebelum gejala muncul. "Kami pikir krim bisa bertindak sebagai cara efektif untuk menghentikan virus ini sebelum bisa menyebabkan penyakit," katanya.

Dia menambahkan bahwa jika terbukti efektif, pendekatan ini bisa bekerja melawan banyak virus lain. Diperkirakan ada ratusan virus nyamuk lain di luar sana, dan sulit untuk memprediksi jenis virus apa yang akan memulai wabah berikutnya.

Agar tidak terjadinya peradangan atau infeksi lanjutan, jangan menggaruk bagian kulit yang terkena gigitan nyamuk. Tindakan terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mencuci bagian kulit yang gatal menggunakan sabun dan air dingin untuk meredakan rasa gatal dan mengurangi risiko infeksi. Jika gigitan masih terasa gatal, obati dengan antiinflamasi atau antihistamin topikal, seperti gel Benadryl atau krim hidrokortison 1%. Untuk menghindari gigitan nyamuk, gunakan produk antinyamuk yang efektif membasmi nyamuk bandel.

Nah, sudah tau kan betapa bahaya nya Nyamuk. Yuk mulai terapkan pola hidup bersih, rumah bersih dan lingkungan bersih agar kesehatan kita dan keluarga selalu terjaga! Dapatkan PROMO HIT Expert Aerosol di https://goo.gl/S8PxVG . Segera rasakan keampuhannya!