Kesehatan 22 Februari 2019

Sulit Terdeteksi, Inilah Gejala DBD pada Bayi yang Harus Dikenali

Berbeda dengan orang dewasa, gejala DBD pada bayi cenderung lebih sulit terdeteksi. Sebab, selain karena bayi belum bisa berbicara, beberapa gejala DBD pada bayi juga hampir mirip dengan infeksi umum lainnya.

Meski bisa menyerang siapa saja, bayi berusia di bawah 12 bulan lebih mungkin untuk mengalami kasus demam berdarah yang parah. Anda harus mengenali gejala DBD pada bayi dengan baik agar Si Kecil segera mendapatkan penanganan yang tepat.

GEJALA DBD PADA BAYI

Gejala DBD pada bayi bisa tidak terdeteksi, namun umumnya, gejala baru terlihat setelah 4-6 hari dan gejalanya bertahan setidaknya selama 10 hari setelah bayi tergigit nyamuk Aedes Aegypti.

Berikut ini ada beberapa gejala yang mungkin muncul saat bayi terkena DBD:

  • Demam Tinggi - Bayi yang terserang demam berdarah dengue dapat mengalami demam tinggi mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.
  • Rewel - Saat terkena demam berdarah, bayi dapat menjadi lebih rewel dari biasanya. Mereka juga menjadi mudah gelisah dan marah.
  • Nafsu Makan Menurun - Gejala DBD pada bayi berikutnya adalah penurunan nafsu makan. Bayi mungkin menjadi kurang tertarik untuk menyusu atau makan.
  • Lesu - Demam berdarah dapat menyebabkan bayi terlihat lesu atau lemah. Kelesuan ini terkadang tetap terlihat meski kondisinya telah membaik.
  • Muncul Ruam  - Munculnya ruam, bintik merah, dan memar pada kulit juga menjadi pertanda dari gejala DBD pada bayi. Namun tak hanya itu saja, bayi juga mungkin mengalami mimisan dan perdarahan pada gusi saat terkena demam berdarah.

Jika Si Kecil mengalami gejala tersebut, Anda disarankan untuk segera membawanya ke dokter. Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk memastikan kondisi kesehatan bayi. Jika dari hasil pemeriksaan menunjukkan bayi terkena demam berdarah, maka obat paracetamol akan diresepkan guna menurunkan demam tinggi yang dialami. 

Selain pemberian obat tersebut, pastikan bayi mendapatkan istirahat yang cukup. juga pastikan asupan ASI-nya terpenuhi dengan baik agar terhindar dari dehidrasi.

CARA MENCEGAH DBD PADA BAYI

Untuk mencegah DBD pada bayi, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Memberantas Sarang Nyamuk - Masyarakat disarankan untuk menjalankan program pemberantasan nyamuk di lingkungan sekitarnya. Program ini dilakukan dengan cara menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup wadah penampungan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak (3M).
  • Menggunakan Pakaian Tertutup - Waktu paling aktif nyamuk Aedes Aegypti adalah pagi dan sore, sehingga penting untuk membatasi mengajak bayi bermain ke luar pada jam-jam tersebut. Jika Anda ingin mengajak Si Kecil keluar pada jam tersebut, pastikan bayi mengenakan atasan dan bawahan yang tertutup untuk meminimalisir gigitan nyamuk.
  • Menutupi Kereta Dorong Dengan Kelambu - Selain menggunakan pakaian tertutup, disarankan pula untuk menutupi kereta dorong dengan kelambu. Saat bayi tidur pun demikian, pasangi kelambu pada tempat tidurnya.
  • Menggunakan Obat Nyamuk - Jika Anda memutuskan untuk menggunakan semprotan nyamuk, baca instruksi pemakaian dengan baik. Hindari menyemprotkan obat nyamuk pada ruangan yang tertutup dan dekat dengan makanan. Juga ajak bayi keluar saat sedang menyemprotkan obat nyamuk di kamarnya, agar obat nyamuk tidak terhirup olehnya.

Penting untuk segera membawa bayi ke dokter jika gejala DBD pada bayi muncul. Sebab, demam berdarah dapat sangat berbahaya jika terlambat ditangani.

Dan untuk menjaga rumah dari gangguan nyamuk jangan lupa untuk selalu gunakan HIT Expert Aerosol! Dengan High Intensity Technology, Double Nozzle dan Micro Particle dapat membunuh nyamuk yang sulit dibunuh seketika. Tersedia dalam wangi Citrus, Sweet Flower, dan Blooming Tea. Dapatkan PROMO Paket Ibu lawan DBD seharga Rp 56.100 disini . Lindungi keluarga dari Nyamuk DBD dengan keampuhan HIT Expert!

Source : Alodokter