Kesehatan 21 Februari 2019

Mengenali Tanda-Tanda Demam Berdarah dan Cara Mencegahnya

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus DBD hingga awal Februari 2019 mencapai 16.692 kasus dengan 169 orang meninggal dunia. Dari angka tersebut, dapat dilihat bahwa jumlah kasus demam berdarah mengalami peningkatan dibandingkan pada bulan sebelumnya, yaitu 13.683 kasus dengan 133 orang meninggal dunia.

Kematian akibat demam berdarah umumnya terjadi apabila penderita tidak ditangani dengan baik atau terlambat ditangani. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda seseorang terkena DBD agar dapat segera diberikan pertolongan medis.

Tanda-Tanda Penyakit Demam Berdarah

Umumnya, gejala demam berdarah baru akan dirasakan sekitar 4-10 hari setelah digigit nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Mengingat DBD sering disalahartikan sebagai penyakit lain, penting untuk mengenali tanda-tandanya dengan baik, agar penyakit ini bisa terdeteksi secara dini dan dapat segera ditangani.

Berikut adalah beberapa tanda demam berdarah yang perlu Anda ketahui:

  • Demam tinggi - Demam merupakan gejala yang umum dari banyak penyakit. Namun pada DBD, demam terjadi secara mendadak dan mencapai 40 derajat Celsius. Demam bisa disertai dengan tubuh menggigil dan berkeringat.
  • Nyeri pada otot - Selain demam tinggi, seseorang yang terinfeksi virus dengue juga akan merasakan nyeri pada bagian sendi dan otot. Gejala ini mengakibatkan penderita DBD merasa lemas dan tidak mampu beraktivitas berat.
  • Sakit kepala berat - Sakit kepala yang dirasakan sangatlah mengganggu, dan umumnya terasa di sekitar dahi. Sakit kepala ini juga bisa diikuti dengan nyeri pada bagian belakang mata.
  • Mual dan muntah - Sebagian penderita demam berdarah mengalami masalah pencernaan, seperti mual dan muntah. Selain itu, bagian perut dan punggung juga akan terasa sakit. Gejala ini bisa berlangsung selama dua hingga empat hari.
  • Kelelahan - Masalah pencernaan yang dialami penderita DBD dapat mengakibatkan turunnya nafsu makan. Sementara itu, demam yang tinggi membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kedua hal ini tentu saja akan membuat tubuh penderita terasa letih.
  • Muncul tanda-tanda perdarahan - Penderita DBD akan mengalami penurunan nilai trombosit atau keping darah, sehingga muncul tanda-tanda perdarahan, seperti bintik-bintik kemerahan atau memar pada kulit, mimisan, atau gusi berdarah.

Cara Mencegah Demam Berdarah

Untuk mencegah demam berdarah, pemerintah Indonesia melaksanakan kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) di berbagai wilayah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti yang mungkin berkembang biak di area pemukiman penduduk.

Namun, Anda tetap harus melakukan pencegahan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal Anda. Di antaranya adalah dengan:

  • Menguras tempat penampungan air secara berkala - Bersihkan selalu tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, akuarium, atau vas bunga, minimal satu minggu sekali. Dengan rutin membersihkan tempat-tempat tersebut, Anda dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.
  • Menutup wadah penampungan air - Tutup semua wadah yang bisa menampung air, baik di dalam maupun di luar rumah. Wadah penampungan air yang tidak tertutup merupakan tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
  • Memasang kawat antinyamuk di ventilasi rumah - Pastikan semua jendela dan ventilasi di rumah Anda sudah tertutup dengan kawat antinyamuk. Tujuannya adalah untuk mencegah nyamuk Aedes aegypti masuk ke dalam rumah.
  • Menggunakan pakaian tertutup dan memasang kelambu - Ketika hendak bepergian, selalu gunakan pakaian tertutup supaya terhindar dari gigitan nyamuk. Anda juga disarankan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk ketika sedang tidur, antara lain dengan memasang kelambu pada tempat tidur. 

Agar pemberantasan nyamuk demam berdarah lebih efektif, Anda juga dianjurkan untuk menaburkan bubuk abate atau larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung atau menumpuk pakaian di dalam kamar.

Demam berdarah dapat sangat berbahaya jika terlambat ditangani. Oleh karena itu, waspadailah tanda-tanda penyakit DBD dan segeralah periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalaminya, agar dapat diberikan penanganan sedini mungkin. 

Dan untuk menjaga rumah dari gangguan nyamuk jangan lupa untuk selalu gunakan HIT Expert Aerosol! Dengan High Intensity Technology, Double Nozzle dan Micro Particle dapat membunuh nyamuk yang sulit dibunuh seketika. Tersedia dalam wangi Citrus, Sweet Flower, dan Blooming Tea.

Dapatkan PROMO HIT Expert Aerosol di Bukalapak (Cash Back Rp 20.000) dan di Tokopedia (Free Ongkir Rp 20.000)

Source : Alodokter