Kesehatan 07 November 2019

Berantas Nyamuk Untuk Cegah Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah atau disebut lymphatic filariasis disebabkan oleh cacing filarial yang menginfeksi kelenjar getah bening. Cacing ini masuk ke tubuh manusia melalui perantara nyamuk, namun tidak seperti DBD dan malaria yang biasanya ditularkan oleh satu jenis nyamuk seperti nyamuk DBD, penyakit kaki gajah ini dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk.

Dilansir oleh CNNIndonesia.com, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengungkapkan, penyebab penyakit kaki gajah ini adalah parasit atau cacing filarial yang berasal dari kera atau kucing, kemudian ditularkan melalui gigitan nyamuk ke manusia. Akan tetapi tidak hanya dari binatang ke manusia, nyamuk juga menularkannya dari manusia ke manusia.

Kemudian cacing tersebut hidup di dalam tubuh dan dapat menyebabkan penyumbatan di saluran dan kelenjar getah bening. Dampak yang paling parah, bisa menyebabkan anggota tubuh mengalami kecacatan.

Sama halnya dengan gejala DBD, sesorang yang terinfeksi cacing ini tidak bisa langsung dipastikan terkena penyakit kaki gajah, karena penyakit ini juga memiliki beberapa fase, yakni.

1. Fase tanpa gejala

Saat seseorang terinfeksi cacing filaria, dia tidak akan langsung menunjukkan gejala tertentu. Meski demikian, pada fase ini sebenarnya telah terjadi kerusakan sistem aliran getah bening dan limpa, seiring terjadinya perubahan pada sistem kekebalan tubuh.

2. Fase akut

Fase ini ditandai dengan adanya peradangan pada kulit, kelenjar getah bening, dan pembuluh getah bening, yang biasanya menyertai pembengkakan kelenjar getah bening yang sudah kronis, dan kaki gajah. Hal ini disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh terhadap parasit. Gejala-gejala yang dapat muncul pada fase akut ini meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan pembengkakan pada tungkai kaki dan kantung zakar.

3. Fase kronis

Saat memasuki fase kronis, pembengkakan jaringan limfa dan penebalan kulit pada kaki dan zakar bisa terjadi. Pada wanita, dapat terjadi pembengkakan pada payudara dan organ kelamin.

Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, pemberian obat pencegahan massal (POPM) masih menjadi solusi yang efektif untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Agar terhindar dari gigitan nyamuk, selalu semprot ruangan di rumah dengan menggunakan HIT EXPERT Aerosol secara rutin. Karena HIT EXPERT Aerosol dilengkapi dengan formula baru serta teknologi double-noozle yang dapat membunuh nyamuk lebih cepat.

HIT EXPERT Aerosol merupakan pembasmi dan pengusir nyamuk yang dapat digunakan di berbagai musim, serta ampuh membunuh nyamuk penyebab DBD hingga nyamuk yang sulit dibunuh sekalipun. Untuk pencegahan secara maksimal, gunakan HIT EXPERT Aerosol sebagai cara mengusir nyamuk yang efektif dan mudah.

Dapatkan PROMO Eksklusif untuk pembelian HIT Expert Aerosol di JD.ID, klik disini !